BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Back again

udah lama banget aku gak pernah buka blog ini. tadinya aku kirain blog ini dah di close karena lama gak dibuka. dan Puji Tuhan banget ternyata masih aktif bo.. ada begitu banyak alasan kenapa aku gak pernah buka blog ini lagi dan yang pasti alasan utama adalah 'addduuuhhh.. lagi males banget nih....' trus buka lagi karena 'hhhhhmmmm... kayaknya ada banyak hal yang harus aku ceritain deh...' huakakakka.. klasik banget alasannya. tapi yang pentingkan jujur apa adanya. iya toh.. memang ada banyak hal yang berbubah dari kondisi terakhir blog ini aku buka. dari pindah tempat tinggal (sekarang dah gak di serpong lagi, bahkan udah pindah 2x lho sejak terakhir kali buka blog ini..), pindah kerja, teman2 baru di kantor dan hari2 indah yang aku lewatkan dengan dia (mari kita sebut dia Popeye dari sekarang). tadinya apa2 sendiri, pergi kemana aja sendiri, mau ngapain juga sendiri. sekarang ada Popeye yang menemani aku (walaupun hal itu kadang ngebuat aku jadi sedikit manja tapi aku menikmatinya ^^).



dan ada si butterfly yang siap membantu urusan rumah (kita kost berdua sekarang, jadi gak pernah ngerasa kesepian lagi di kost). ada banyak postingan yang akan aku delete karena memang aku gak mau ingat2 masa lalu yang jelek. aku akan mulai menulis lagi di blog ini tentang hal2 yang mau aku kenang selamanya (bukan hanya masa indah ku tapi juga masa sedih ku). kolom 'about me' juga aku rubah karena memang sudah gak sesuai lagi dengan kondisi aku sekarang. tapi isinya gak akan aku buang begitu aja tapi aku akan posting dengan title 'the old version of about me'. jadi aku gak akan lupa ama apa yang pernah aku posting.

the old version of 'about me'

ini isian di kolom 'about me' yang lama. karena aku mau ganti jadi yang lama aku jadiin postingan biar gak pernah lupa kalau aku pernah isi seperti ini.. heehhee.. ^^

Aku gadis/ wanita ya? (I'm not a girl but not yet a women, binun) baru 21 tahun dan sudah bekerja. Aku meninggalkan kota kelahiranku untuk menjadi salah satu orang yang memadati kota Jakarta.

Setelah penat kuliah selama 3 thn (keputusan paling tepat seumur hidupku adalah meninggalkan kuliaH S1 hukum di Bali demi D3 Sekretaris di Jakarta), puji Tuhan aku sudah bekerja lebih dari 1 thn ini dengan penghasilan yang walaupun gak gede2 banget tapi dengan bantuan keluarga bisa cukup untuk 3 org (aku dan ke 2 adikku yang membuat kota Jakarta makin penuh karena memutuskan untuk sekolah di kota yang penuh polusi ini).

Saat ini status masih dalam tahap yang belum jelas atau lebih tepatnya "memusingkan". Setelah sekian lama "tidak bisa" jatuh cinta eh sekalinya jatuh cinta malah mission impossible. Jadi aku memutuskan untuk tidak menambah keruwetan kepalaku dengan urusan cinta walaupun tetep gak bisa lepas. Yah.. biarkan lah...Toh kehidupan ku yang sekarang gak menyedihkan banget kok. aku cuma ingin bahagia. itu doang...gak lebih...

Life is



Kematian adalah salah satu misteri dalam hidup. Kita tidak tahu kapan dan bagaimana kematian akan menghampiri kita. Banyak orang yg tidak terlalu memikirkan hal yang satu ini. Tapi banyak juga orang yang ketakutan dibuatnya, dan aku adalah salah satu diantaranya. Entah mengapa malam ini aku memikirkan hal itu lebih dari sebelumnya. Bagaimana kalau seandainya aku tidak berhasil melewati malam ini dan aku tidak bisa melakukan apa2 lagi. Padahal masih banyak hal yang aku belum perbuat dalam hidupku. Aku belum bersyukur sepenuhnya atas apa yang telah aku miliki, aku belum menyenangkan mama ku, aku belum membuat orang lain bangga akan diriku, aku belum memenuhi mimpi2 ku. Aku masih ingin kuliah lagi, aku masih ingin melihat bayak hal, aku ingin merasakan kebahagiaan menjadi seorang istri dan ibu. Aku ingin melihat anak2 ku tumbuh dengan baik. Intinya adalah aku masih belum melakukan apapun. Menyadari hal ini semakin membuatku ketakukan bagaimana kalau seandainya waktu ku tidak cukup.
Dan bagaimana jika hari ini adalah hari terakhir mu. Apa yang akan kamu lakukan, seperti apa kamu akan menghabiskan hari terakirmu? Ada begitu banyak hal yang terlintas dalam pikiran ku ketika pertanyaan ini muncul. Aku ingin makan semua makanan yang aku suka tanpa perlu takut akibitnya, aku ingin pergi ketempat yang belum pernah aku jalani, aku ingin memaki orang yang pernah membuatku sakit hati (karena ini adalah terakhir kalinya aku bisa melampiaskan kemarahanku, iya kan?), aku ingin main game sepuasnya, aku ingin belanja barang yang paling mahal (tapi pake apa ya?), aku pengen ini pengen itu.. bla.. bla.. bla.. Tapi aku tersadarkan, bukan itu yang aku mau. Bukan seperti itu aku ingin menghabiskan 24 jam terakhirku.

Aku ingin menghabiskannya dengan orang2 yang aku sayangi tanpa mereka tahu bahwa itu adalah terakhir kalinya kami bersama. Aku ingin memeluk mereka erat, mencium wangi tubuh mereka, merekam setiap detik moment terakhir ini, merasakan kebahagiaan mereka, mengucapkan terimakasih karena betapa bahagianya aku pernah memiliki mereka. Itu yang ingin aku lakukan. Tapi sebelum waktu itu datang, waktu dimana aku harus mengucapkan selamat tinggal, aku ingin menikmati hidupku. Menikmatinya sampai rasanya aku tidak akan pernah merasa sebahagia ini. Memaafkan semua orang yang pernah menyakitiku. Ada seorang teman yang memberi saran kepada ku, 'berterimakasih lah kepada setiap orang yang menyakitimu karena mereka mengajarkan kamu bagaimana rasanya sakit itu' dan ada lagi yang berkata 'setiap tetes air mata yang kamu keluarkan untuk sebuah masalah, itu artinya kamu semakin dikuatkan untuk masalah itu sendiri'. Walaupun pada awalnya sangat sulit bagiku untuk menerima pandangan mereka, tapi kini aku bisa. Karena untuk bisa menikmati hidup, harus punya hati yang tulus. Hati yang bisa menerima kekurangan orang lain. Hati yang tidak menyimpan rasa sakit. Hati yang tenang. Kalau begitu apa aku bisa memaafkan mereka semua? Itu pertanyaan yang belum bisa aku jawab dengan jujur. Karena tetap ada satu orang yang tidak bisa aku maafkan. Apa itu artinya aku tidak bisa menikmati hidup? Dengan berdalih aku berkata kepada diriku sendiri 'tentu aku bisa menikmati hidup seolah2 itu adalah hari terakhirku walaupun aku tidak bisa memaafkannya. Cukup dengan jangan pernah ingat dia. Mudahan2 aku bisa melupakan rasa sakit itu'.
Dan sekarang, aku siap menikmati hidupku.

Papa


"Papa".
Itu bukan sebuah kata yang akrab di mulut ku, bahkan dihatiku. Mungkin karena aku dibesarkan tanpa sosok seorang papa. Mengapa? Aku sendiri gak mengerti. Bagaimana mungkin seorang anak hidup tanpa sosok seorang Papa bukan karena dia tidak ada, tetapi dia tidak mau untuk ada. Salahku apa, itu pun aku gak bisa mengerti. Yang aku ingat adalah, aku tak pernah menyebutkan kata2 itu. Tak pernah memanggil kata itu kepada seseorang, tak pernah merasakan hangatkan rangkulan tangan besar dari seorang papa, tak pernah merasakan kemarahan sorang papa karena anaknya mulai mengenal cinta, tak pernah mendengar nasihat karena kenakalanku. Jika seseorang bertanya "Pengen punya papa gak?" Ya pengen lah. Aku dah beberapa kali ngebahas soal ini ama mama ku. Dia selalu menolak untuk married lagi. Padalah aku ama adek2 ku udah kasih ijin.
Karena aku tauk, dia juga butuh teman hidup, sama seperti kami yang butuh sosok seorang ayah. Tapi bagi mama ku, kami sudah lebih dari cukup untuk jadi teman hidupnya. Tapi tetap saja aku rindu akan sosok seorang papa. Aku mencarinya dari setiap orang yang aku temui, tapi bukan itu yang aku inginkan. Aku tersadarkan kalau jauh didalam diriku, aku hanya menginginkan dia untuk kembali mengisi kekosonganku akan sosok seorang papa. Hanya dia yang aku mau, hanya dia yang aku inginkan.



Simple Girl

zwani.com myspace graphic comments
I am a very simple girl.
do you?

Melepas mu

Bohong kalau aku bilang aku gak merasa kehilangan dia. Rasa kehilangan ini cukup besar sampai aku merasa kalau aku gak akan bisa melepas dia. Tapi aku tauk ini jalan yang terbaik buat ku dan dia. Walau aku harus merasakan sakitnya, ini tetap yang terbaik. Itu hal yang ingin aku yakini.
Ini akan menjadi pertanyaan yang paling sensitif yang pernah ada jika ada yang bertanya ke padaku tentang dia. Pasti akan semakin mengingatkan ku akan dia dan membuatku semakin merindukan dia. Tapi tidak lagi untuk sekarang ini. Hal ini menjadi semakin bisa aku atasi. itu semua karena sebuah sms dari teman yang bahkan dia tidak sadar kalau sms itu benar2 membantu ku.
Isi pesannya begini " Jika kita kedunia ini tanpa membawa apa2, lalu mengapa kita harus merasa kehilangan? Padahal justru kita yang seharusnya mengembalikan semuanya kepada Tuhan... Need ur comment"
cukup singkat namun padat makna dan entah mengapa sms itu aku terima tepat ketika aku merasa sangat sedih karena merindukannya. Aku tersadarkan dan aku mengucapkan terima kasih kepada temenku. Dia kaget karena tanpa sadar aku memang sedang merasa kehilangan.
Aku semakin belajar untuk bisa melepasnya. dan untungya pekerjaan di kantor benar2 menyita waktu ku. Aku semakin tersadarkan juga kalau Tuhan itu selalu mendengarkan doaku.
" Tuhan jangan biarkan aku terjatuh lagi dan jangan biarkan aku sedih lagi. Ajar ku tuk lebih menghargai hidup ku. Ajarku tuk lebih melihat apa yang sudah aku dapat tanpa mencari2 apa yang belum Kau berikan. Terima kasih Tuhan"